08 November 2016

SAYUR ORGANIK CAISIM (Brasica Rapa) DAN KANGKUNG (Ipomoea Reptana)







SAYUR ORGANIK CAISIM (Brasica Rapa) DAN KANGKUNG (Ipomoea Reptana)
                                                                                                              
                                                         











PROGRAM DIPLOMAPROGRAM KEAHLIAN TEKNIK DAN MANAJEMEN LINGKUNGANINSTITUT PERTANIAN BOGORBOGOR




BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
           
            Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya tersebut akan sia-sia apabila tidak dimanfaatkan secara potensial. Sumber daya potensial tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga berasal dari sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dibutuhkan tidak harus berkuantitas besar, tetapi juga harus memiliki kualitas tinggi. Oleh karena itu, apabila kedua sumber daya potensial ini digabungkan maka akan dapat mengembangkan pertanian Indonesia
            Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran. Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik.. Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia. Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebut sasawi.
Pengembangan komoditas sayuran di Indonesia dapat di arahkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi impor dan menaikkan ekspor, serta memperbaiki gizi masyarakat. Dukungan bagi pengembangan aneka jenis tanaman sayuran sangat besar karena Indonesia mempunyai sumber daya yang potensial (H. Rahmat Rukmana, 2005).
Caisim (Brassica juncea L.)merupakan tanaman sayuran dengan iklim sub-tropis, namun mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Caisim pada umumnya banyak ditanam dataran rendah, namun dapat pula didataran tinggi. Caisim tergolong tanaman yang toleran terhadap suhu tinggi (panas). Rukmana (1994) menyatakan caisim mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis crop, kubis bunga dan brokoli.
Kangkung (Ipomoea sp) merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung (Ipomoea sp) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.
Pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan. Pupuk organik cair terbuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Berdasarkan kajian diatas, maka perlu adanya percobaan terhadap respon pertumbuhan tanaman caisim dan kangkung menggunakan pupuk organic cair. 

1.2              Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair/kompos cair terhadap tanaman caisim dan kangkung serta mengetahui pertumbuhan sayur organik tersebut pada media tumbuh paralon.
BAB II
METODELOGI
2.1              Alat dan Bahan
            Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah paralon ukuran 1 m, gergaji besi, paku, ember dan sekop. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah tanah,  tanaman caisim, tanaman kangkung, tanaman bayam merah, dan air.

2.2              Cara Kerja
            Alat dan bahan yang diperlukan dipersiapkan terlebih dahulu. Kemudian paralon yang akan digunakan dipotong setengah lingkaran. Paralon yang telah dipotong tersebut diberi lubang secukupnya disekitar paralon. Kemudian paralon diisi dengan tanah yang telah diremahkan terlebih dahulu. Tanah yang sudah rata didalam paralon kemudian disiram dengan air sehingga menjadi lembab. Paralon dipersiapkan untuk semua kelompok dan dua paralon sebagai paralon kelas. Paralon kelas berfungsi untuk menyulam tanaman kelompok yang mati.
Setelah itu diberi lubang untuk menanamkan bibit tanaman. Bibit-bibit tanaman yang telah disiapkan disemaikan kedalam paralon. Setelah itu pertumbuhan tanaman diamati setiap minggu. Apabila terdapat tanaman yang mati maka disulam menggunakan tanaman yang telah ditanam di tempat paralon kelas.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1              Hasil

Table 1 Pertumbuhan Rata-rata Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Sawi Per Minggu
Minggu
Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per-Minggu

Rata-Rata Jumlah Daun Per-Minggu

Rata-Rata Luas Daun Per-Minggu
1
2,9
3,8
0,7
2
4,7
3,8
1,4
3
6,6
4,8
2,2
4
8,7
4,8
3,7
5
10,4
5,8
5,1
6
12,0
5,8
6,7
7
13,8
6,8
8,1
8
15,4
6,8
9,6


Table 2 Pertumbuhan Rata-rata Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Sawi Per Minggu
Minggu
Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per-Minggu

Rata-Rata Jumlah Daun Per-Minggu

Rata-Rata Luas Daun Per-Minggu
1
5,8
3,5
1,8
2
6,5
4,6
2,1
3
7,3
5,6
2,4
4
8,5
6,6
3,5
5
9,7
7,6
5,1
6
10,9
8,6
6,1
7
12,3
9,7
7,7
8
13,5
10,7
9,7

3.2              Pembahasan
            Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki iklim tropis dan dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, keadaan tanah yang subur untuk bercocok tanam serta wilayah perairan yang terbentang luas. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan bisnis sayuran. Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik. 
            Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam  serta pembesaran hewan ternak. Sistem pertanian organik merupakan sistem produksi holistik dan terpadu, mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro ekosistem secara alami serta mampu pangan dan serat yang cukup, berkualitas dan berkelanjutan.
            Pertanian organik di Indonesia, mulai diperkenalkan oleh beberapa petani yang sudah mapan dan memahami keunggulan sistim pertanian organik. Pertanian organik bertujuan untuk mempertahankan kelestarian sumberdaya dan lingkungan, peningkatan nilai tambah ekonomi produk pertanian dan pendapatan petani. Penggunaan pupuk hijau, pupuk hayati, peningkatan biomasa, penyiapan kompos yang diperkaya dan pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit secara hayati diharapkan mampu memperbaiki kesehatan tanah sehingga hasil tanaman dapat ditingkatkan, tetapi aman dan menyehatkan manusia yang mengkonsumsi (Sutanto, 2002).
            Pertanian organik mengacu pada bentuk-bentuk pertanian dengan berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang ada dan mengkombinasikan berbagai macam komponen sistem usahatani, yaitu tanaman, hewan, tanah, air, iklim, dan manusia sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang paling besar. Pertanian organik memandang alam secara menyeluruh, komponennya saling bergantung dan menghidupi, dan manusia adalah bagian di dalamnya. Prinsip ekologi dalam pertanian organik didasarkan pada hubungan antara organisme dengan alam sekitarnya dan antarorganisme itu sendiri secara seimbang. Pola hubungan antara organisme dan alamnya dipandang sebagai satu-kesatuan yang tidak terpisahkan, sekaligus sebagai pedoman atau hukum dasar dalam pengelolaan alam, termasuk pertanian (Anonim, 2009).
Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim atau sawi karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik. Selain sebagai sumber serat alami dan sayuran sehat sawi juga masih memiliki banyak manfaat. Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.
            Pada praktikum pertanian organik kali ini kami menanam kangkung dan caisim pada media tanam tanah yang sudah dicampurkan dengan pupuk yang telah diletakkan didalam paralon yang sudah dilubangi kecil-kecil untuk proses pertukaran udara. Pada minggu ke-1 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 5,8 cm, luas daun 1,8 cm dan jumlah daun 3,5 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 2,9 cm, luas daun 0,7 cm dan jumlah daun 3,8 cm.
            Pada minggu ke-2 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 6,5 cm, luas daun 2,1 cm dan jumlah daun 4,6 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 4,7 cm, luas daun 1,4 cm dan jumlah daun 3,8 cm. Pada minggu ke-3 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 7,3 cm, luas daun 2,4 cm dan jumlah daun 5,6 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 6,6 cm, luas daun 2,2 cm dan jumlah daun 4,8 cm. Pada minggu ke-4 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 8,5 cm, luas daun 3,5 cm dan jumlah daun 6,6 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 8,7 cm, luas daun 3,7 cm dan jumlah daun 4,8 cm. Pada minggu ke-5 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 9,7 cm, luas daun 5,1 cm dan jumlah daun 7,6 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 10,4 cm, luas daun 5,1 cm dan jumlah daun 5,8 cm.Pada minggu ke-6 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 10,9 cm, luas daun 6,1 cm dan jumlah daun 8,6 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 12,0 cm, luas daun 6,7 cm dan jumlah daun 5,8 cm.Pada minggu ke-7 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 12,3 cm, luas daun 7,7 cm dan jumlah daun 9,7 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 13,8 cm, luas daun 8,1 cm dan jumlah daun 6,8 cm.
            Pada minggu ke-8 tanaman kangkung memiliki rata-rata tinggi 13,5 cm, luas daun 9,7 cm dan jumlah daun 10,7 cm, sedangkan pada tanaman sawi memiliki rata-rata tinggi 15,4 cm, luas daun 9,6 cm dan jumlah daun 6,8 cm. Data yang dihasilkan dari minggu ke minggu setiap tanaman mengalami pengingkatan pada tinggi, jumlah daun dan luas daun tanaman. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.
            Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen. Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
            Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
            Kusandryani dan Luthfy (2006), di Indonesia terdapat dua tipe kangkung, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung darat tumbuh di lahan tegalan dan lahan sawah, sedangkan kangkung air tumbuh di air, baik air balong maupun air sungai. Kultivar lokal yang dikenal adalah kangkung Lombok dan kangkung Sukabumi, keduanya memiliki kualitas yang tinggi dengan ciri khas daun berwarna hijau muda cerah, menarik, dan lebar (biasanya jenis kangkung darat) serta batangnya renyah (Abidin et al. 1990). Kangkung mengandung senyawa phytol 37% dan asam palmitat 11% yang bermanfaat untuk farmasi, sehingga dalam dunia kedokteran kangkung disebut tanaman obat (Tseng et al. 1992).
Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan disekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput,kebun/ladang yang agak rimbun.
Kangkung merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun. Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air. Batang kangkung bulat dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan setelah tumbuh lama batangnya akan merayap (menjalar). Kangkung memiliki tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda. Selama fase pertumbuhanya tanaman kangkung dapat berbunga, berbuah, dan berbiji terutama jenis kangkung darat. Bentuk bunga kangkung umumnya berbentuk “terompet” dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah lembayung. Buah kangkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah kangkung tidak lama. Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua (Hidayat, 1995).
Pertumbuhan kedua tanaman komoditas sayur tersebut tidak terlepas dari peran pemberian kompos cair. Kompos Cair memiliki manfaat yang sama seperti kompos padat yang telah dikenal selama ini. Kelebihannya adalah Pupuk Kompos Cair bisa diberikan  kepada tanaman melaui daun. Karena dalam bentuk cair, Pupuk Kompos Cair dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke daun dan juga ke bagian-bagian lain tanaman. Pupuk Kompos Cair akan sangat efektif (diserap oleh tanaman) karena  permukaan daun (bagian bawah) dapat menyerap nutrisi dengan cepat dan efektif. Sehingga dengan menyemprotkan Pupuk Kompos Cair ke bagian daun tanaman, nutrisi akan lebih cepat diserap dan diproses oleh tanaman. Hal ini menyebabkan efek kesuburan yang ditimbulkan akan lebih cepat terlihat dan lebih efisien karena jumlah yang diberikan dalam kuantitas yang kecil saja (sedikit).
Pupuk Kompos Cair mengandung banyak sisa bahan organik yang telah terurai dan siap untuk dikonsumsi oleh tanaman. Kelebihan lainnya adalah Pupuk Kompos Cair merupakan hasil ekstrak dari pupuk kompos padat yang terurai dalam bentuk ion yg siap dikonsumsi oleh tanaman. Dengan mengaplikasikan pupuk melalui daun, proses pengolahan makanan oleh tanaman akan berlangsung lebih cepat dan memberikan beban yang lebih ringan kepada tanah.

BAB IV
SIMPULAN

            Pada praktikum kali ini didapatkan hasil bahwa pertumbuhan dari tanaman kangkung dan caisim sangatlah baik. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan masing-masing tanaman disetiap minggunya. Pertumbuhan yang sangat baik dari kedua tanaman ini tidak lepas dari peran kompos cair yang digunakan untuk menyiram tanaman yang telah ditanam pada media tanah.

DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z., A. Sumarna, Subhan, dan K.V. Veggal. 1990. Pengaruh Cara Penanaman, Jumlah Bibit, dan Aplikasi Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan            Hasil Kangkung Darat pada Tanah Latosol. Penelitian Hortikultura 19(3): 14-        26.
Anonim, 2009. semangatbelajar.com. Pertanian Organik Teknologi Ramah             Lingkungan. Diakses tanggal 3 Juli 2011. Hidayat, B.E. 1995. Anatomi         Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB.  Bandung.
Hidayat, B.E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB.  Bandung.
Kusandryani dan Luthfy. 2006.  Karakterisasi Plasma Nutfah Kangkung. Buletin Plasma Nutfah12 (1 ): 15-19.
Rukmana., 1994, Bertanam Petsai & Sawi, Kanisius, Yogyakarta.Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatf dan Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta.
Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatf dan Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta.
Tseng, C.F., S. Iwahami, A. Mikajiri, K.M. Shibuya, M.F. Haraoka, Y. Ebisuka, K.           Padmawirata, and U. Sankawa. 1992. Inhibition of in Vitro Protalgladin and         Leucotviene Biossyntheses by Linnamoyl-Betephenthylamine and -N-     Acydopamine Detrevatives. Chemical and pharmaceutical (Tokyo) 40(2): 396-        400.








LAMPIRAN
Tabel 1. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Sawi Setiap Minggu          kelompok  1
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
2
3,4
0,3
2
2,4
4,6
0,4
3
3,9
3,1
8,5
4
5,7
4
8,5
5
5,9
3,3
11,1
6
6,5
7
12,3
7
mati
mati
Mati
8
Mati
Mati
Mati
Tabel 2. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Sawi Setiap Minggu          Sawi kelompok 2
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
2,93
3,8
0,727
2
4,735
3,8
1,424
3
6,6
4,8
2,242
4
8,67
4,8
3,617
5
10,41
5,8
5,314
6
12,03
5,8
6,665
7
13,83
6,8
8,006
8
15,41
6,8
9,634
Tabel 3. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Sawi Setiap Minggu          Sawi kelompok 2
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
0
0
0
2
2,85
2,4
1,53
3
4,41
2,9
3,23
4
5,02
2,9
4,625
5
5,72
2,8
5,8
6
5,83
2,8
7,48
7
6,12
2,7
8,37
8
6,55
3,7
10,55
Tabel 4. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Sawi Setiap Minggu          Sawi kelompok 4
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
0
0
0
2
2,70
4
1,19
3
3,51
4
1,32
4
4,56
3
2
5
5,56
3
3,21
6
7,94
4
3,91
7
6,75
4
8,49
8
7,19
3
8,65




Tabel 5. Pertumbuhan Tinggi,Jumlah,Luas Daun Sawi Setiap Minggu kelompok 5
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
0
0
0
2
2,6
4
0,37
3
5
4,3
2
4
6,6
4,7
4,77
5
6,2
3,6
5,78
6
7,25
4,4
8,34
7
7,4
4
7,06
8
7,81
5,3
9,09
Tabel 6. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah, Luas Daun sawi setiap minggu kelompok 6
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Sawi Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
2,32
3
0,56
2
3,27
4
1,36
3
5,42
4
2,82
4
6,67
4
3,47
5
8,81
4
3,60
6
7,80
3
3,45
7
8,78
4
4,56
8
8,97
3
5,25
Tabel 7. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Kangkung Setiap Minggu kelompok 1
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
2,1
1,9
1,4
2
2,8
5,2
4,1
3
9,8
9,1
5,7
4
13,4
10,9
7,5
5
13,8
8,1
7,3
6
14,2
10,1
8,2
7
14,9
5,4
2,5
8
-
-
-

Tabel 8. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Kangkung Setiap Minggu kelompok 2
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
5,83
3,5
1,775
2
6,54
4,6
2,133
3
7,32
5,6
2,317
4
8,48
6,6
3,459
5
9,66
7,6
5,08
6
10,92
8,6
6,073
7
12,27
9,7
7,701
8
13,52
10,7
9,697
Tabel 9. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Kangkung Setiap   Minggu kelompok 3
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
3,5
3,3
0,45
2
6,9
5,6
1,105
3
9,5
6,8
2,6
4
11,55
8,9
4,495
5
13,15
10,8
6,675
6
14
10,6
10,385
7
15,05
11
12,835
8
-
-
-
Tabel 10. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Kangkung Setiap             Minggu kelompok 4
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
3,13
2
0,93
2
3,78
4
2,14
3
3,13
2
0,93
4
3,13
2
0,93
5
6,60
8
2,58
6
9,97
6
3,32
7
14,11
6
4,88
8
18,57
8
6,40
Tabel 11. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah, Luas Daun Kangkung Setiap Minggu kelmpok 5
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
4,8
2
2,55
2
2,7
3
3,28
3
6,6
4,9
7,55
4
12,15
5,9
4,65
5
16,35
9,3
5,19
6
17
10,7
7,04
7
17,95
11,6
7,53
8
19,9
13,2
9,87


Tabel 12. Pertumbuhan Tinggi, Jumlah dan Luas Daun Tanaman Kangkung Setiap             Minggu kelompok 6
Minggu Ke-
Rata-Rata Tinggi Kangkung Per Minggu
Rata-Rata Jumlah Daun Per Minggu
Rata-Rata Luas Daun Per Minggu
1
5,2
4
1,17
2
5,4
5
2,23
3
13,5
8
7,2
4
13,5
8
7,33
5
14,03
8
7,75
6
17,3
10
8,32
7
18,5
12
9,94
8
19,94
13
9,98

1 comment:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete